Hai, catatan kehidupanku. apa kabar?
sepertinya aku sudah lama tidak membuka dirimu lagi. apakah kamu tau kisah cintaku yang sekarang?
masih dibilang belum ada kemajuan.
jujur saja, bukannya aku membencimu. aku hanya takut terbayang lagi dengan masa laluku yang begitu indah tapi juga menyayat. kamu sendiri tahukan bagaimana akhir ceritaku?
mungkin sebelum hari ini aku masih menyayangi dia. sosok yang telah lama hilang dari hidupku.
mungkin kamu akan bertanya kenapa aku tidak bisa melupakan orang itu secepat aku melupakan mantanku yang lebih dahulu hidup dihatiku?
jawabannya sangat sederhana, nyaman. ya, aku sangat nyaman dengannya. fisiknya memang tidak terlalu tampan, tapi aku sangat suka dengan sikapnya. tidak cuek ataupun terlalu over. tidak jauh dari type orang yang kusuka. tapi sayang, hanya bertahan 3 bulan. itu pun karena kesalahanku, bukan kesalahannya. saat itu aku masih terlalu emosi untuk menerima keluhan kecil darinya, ya memang aku terlalu sibuk dengan kegiatanku. jadi wajar saja kalau dia mengeluh tentang tidak ada waktu yang kuluangkan untuk dia. otakku sangat penat, lelah, dan... AH ! aku tidak tahu. yang kupikirkan saat itu hanyalah diriku sendiri. hingga saat dia mengeluhkan sesuatu, jawabanku sangatlah sadis ! aku memutuskannya !
awalnya aku bahagia, lega, dan senang. karena aku bisa terlepas dari beban pacaran, lebih banyak waktu sendiri, dengan teman, keluarga, dan juga belajar. tapi lama-kelamaan, hatiku ini terasa hampa. aku merasa sangat rindu dengan sosok dewasanya, tidak terasa aku malah memberi sebuah harapan untuk laki-laki lain yaitu sahabatku sendiri. padahal hatiku ini masih untuk dia.
suatu saat, aku mendengar kabar bahwa dia telah menemukan yang baru, karena keegoisanku, kegengsianku... segera aku menerima tawaran sahabatku untuk berpacaran. padahal aku sama sekali tidak mencintainya. sadis bukan?
aku sayang dengan sahabatku itu, tapi hanya sebatas sahabat. mungkin dapat dibilang dia hanyalah pelampiasan. sungguh, aku tidak bermaksud. aku hanya tidak tega dengan dia yang selalu muncul disaat aku sedih dan menunggu ku dengan kesabarannya. dia benar-benar mencintaiku dengan tulus, tapi aku malah merobek cinta itu.
setelah berjalannya waktu, akupun memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan sahabatku. dan aku kembali sendiri, butuh waktu lama untuk melupakan dia. ternyata mencari pelampiasan itu malah menambah beban kita. jadi aku harap kalian jangan menjadikan lelaki lain sebagai pelampiasan kalian ya. rugi, tidak ada untungnya.
leganya diriku, saat mengetahui sahabatku itu mengerti kondisiku ini. diapun menerimanya dengan ikhlas walaupun aku tahu pasti hatinya sangat sakit. maaf.
Bulan berganti bulan, kini aku sudah menginjak kelas 9. dan tepat hari ini aku dapat melupakannya. tanpa ada beban sedikitpun. maka dari itu aku berani membuka kamu, catatan kehidupanku. karena aku sudah siap untuk menulis....sebuah lembaran baru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar