pada suatu hari. Aku, rendi, kessa, roni, andi, gena, dan regy hiking ke sebuah pegunungan yang katanya angker, maklum kami semua suka sekali suasana menantang dan horor. Makanya kami hiking ke pegunungan ini, saat kami menaiki gunung itu dan melihat hari sudah mulai gelap kami semua memutuskan untuk beristirahat, cowok2 memasang tenda sedangkan cewe2 memasak. Setelah selesai semua kami semua berkumpul, oh ya dan tendanya ada dua (cowo dan cewe) dipisah.
Pada saat itu kami semua berkumpul ditengah2 tenda atau diluar dengan menyalakan api unggun.
“ris, rutenya sampe atas ya.” Kata rendi
“iyaaa !” kataku.
“hei kes, makannya dah siapa belum?” kata gena
“bentaaarr genaa ! regy gena risa bantuiin dong !” kata kessa kesal
“iya2” kataku, gena dan regy.
“haha kasian deh babu2!” kata cowok2
“heeey ! sialaaaaan !” kataku
Tiba2 saat itu gena ingin pipis. Diapun memintaku untuk mengantarnya.
“ris tunggu situ ya ! bilang klo ada cowo yng ngintip !” kata gena.
“iyaa !” kataku.
Tak berapa lama (MALAH SEBENTAR BANGET) gena keluar, tapi dia saat keluar mukanya pucat dan menunduk.
“gen cepet amat lo pipisnya !” ktaku.
Gena hanya tersenyum dan berjalan. Akupun ikut berjalan. Ke tempat tenda. Setelah itu gena dibelakangku aku langsung ke tenda untuk berganti baju. Tiba2
“WOI ! RIS !” kata gena.
“apa ?” kataku enteng.
“lo kok ninggalin gw sih ??? serem taauu !” kata gena mencubitku.
“aww ! sakit ! tadikan lo dah selesai genaaa, lo mukanya pucet trus diem ya udah gw balik ke tenda dan lo ngikutin gw dibelakang seterusnya gw gk tau lg gw langsung ketenda” kataku.
“ih apaan ! gw tadi tuh pas keluar lo dah gk ada ! mana gw denger cekikikan cewe lagi hih ! gw kira itu lo ! gw langsung pergi !” kata gena.
“dah ah keluar dulu kita ceritaiin ke yang lain.” Kataku agar aku tak takut.
Saat diluar aku dan gena langsung duduk dan semua diam.
“eh kes, td lo liat gw bareng si genakan ?” tanya kessa.
“iya, tp pas lo ke tenda si gena ngilang tuh gw gk tau lg.” Kata kessa
“tuhkan gen !” kataku.
“ih tp beneran gw gk bareng lo !” kata gena.
“iya gen td gw liat si risa bareng lo deh.” Kata regy
“emang kenapa sih ?” kata roni
“itu lho ron tdkan si risa kesini bareng si gena, tp si gena bilang dia ditinggak=lin si risa. Gw jg liat gena td brg si risa. Tp gw juga liat si gena dateng sendirian marah2 ke si risa.” Kata rendi
“oh.” Kata roni.
“kalian mau tau yang sebenarnya ?” kaa andi.
Andi memang paling peka soal gaib2 dan dia selalu tenang.
“sebenarnya tadi risa bukan bersama gena tapi..” kata andi tak melanjutkan.
“TAPI APA ?!” kataku.
“dia adalah penunggu gunung ini, dia sebenarnya tidak mengganggu kita, hanya mungkin rada usil. Dan dia ingin berkenalan dengan lo ris.” Kata andi.
“yang bener lo ndi ?” kata gena takut.
Semuanya tegang dan termasuk risa. Apalagi tiba2 ada suara tawa anak kecil, dan andi malah memanggil anak kecil itu.
“nah ris ini anak kecilnya, jangan takut kitakan takutnya sama allah swt, lagipula nih hantu gk ganggu kita asalkan kita gk ganggu dia, kalian mau nnya apa sama dia tentang gunung ini mungkin ? biar kita ada petunjuk.” Kata andi
Semua masih sungkan2 tp risa lalu bertanya padanya melalui perantara andi (karena risa tidak bisa mendengar apa yang dikatakan anak itu dia hanya melihat sosok bayangan putih kecil)
“dari mana asal dia ? kenapa dia bisa ada disini ?’’ kata risa.
Tak beberapa lamapun andi bilang.
“katanya dia dulu tinggal dipedesaan dibawah sana. Tapi pada waktu dia masih hidup keluarganya diusir oleh warga kampung situ katanya keluargnya difitnah melakukan ilmu hitam, padahal tidak. Lalu mereka pergi ke gunung itu, semuanya meninggalkan anak kecil ini dan hanya tinggal anak kecil ini sendirian. Dia berjalan terus keatas gunung itu dengan kelaparan, tiba2 dia bertemu dengan sosok hitam besar dengan mata merah. Dan katanya dia adalah jin penunggu gunung ini, katanya hantu itu kejam, dan tak tau belas kasihan, anak itu dilempar dan dibunuh tak tau kenapa. Dan jadilah anak itu mati dan disini.” Kata andi menjelaskan.
“apakah kita aman menyusuri jalan ini ?” kata rendi memberanikan diri.
“katanya iya, asalkan dia boleh ikut dengan kita, katanya sosok hitam itu tak lain adalah bapaknya yang meninggal, ternyata benar bapaknya menganut ilmu hitam, keluarganya mati karena bapaknya itu. Bapaknya membunuh dia karena bapaknya ingin bersama dia. Dan bapaknya akan mengijinkan kita melewati gunung ini dengan selamat apabila dia ikut.” Kata andi.
“hmm sebaiknya kita ijinkan dia ikut kita saja.” Kata rendi.
“apakah ada penghuni lain selain keluarganya ?” kata kessa.
“iya, ada banyak sekali, dan rata2 menganggu.” Kata andi.
“apakah dia bisa membantu kita berkomunikasi dengan makhluk2 disana ?” kata regy.
“iya,’ kata andi
“a-apakah, tadi yang menyamar jd gw itu lo ?” kata gena.
“bukan, td adalah ibunya. Ibunya hanya tak suka tempat wilayahnya dijadikan tempat BAK td oleh gena, tp ibunya tidak bermaksud jahat kok.” Kata andi.
“sebaiknya sekarang kita pergi.” Kata andi
Semuapun berangkat dan walaupun ada rasa takut karena mereka bersama anak kecil yang tak lain adalah hantu. Dan anak kecil itu berada di belakang mereka sedangkan depannya adalah ibunya karena ibunyapun ingin ikut (mungkin pengen ketemu bapaknya. He he he).
Pada saat perjalanan tiba2.
“ndi.. siiapa itu ??” kata kessa
“coba aku tanya anak ini atau ibunya. Tp lebih baik gw bertanya pada anaknya karena gw takut ibunya malah marah.” Kata andi.
“katanya itu adalah pakcung yang berwujud seperti genderuwo, dia itu tidak usil malah dia ingin ikut juga. Tp ibunya tidak memperbolehkan pakcung ikut, karena takut pakcung malah mengundang kemarahan suaminya (hantu kok cemburuan ya ?)” kata andi
Kami semuapun berjalan lagi walaupun kadang ada sedikit gangguan karena si “ibunya” merasa terganggu karena dari tadi reno melihatnya.lalu si andi bicara.
‘’ reno, kenapa lo ngeliatin dia ?” kata andi.
“gpp ndi, gw cuman ngerasa, gw pernah liat dia.” Kata reno.
“ren lo punya ortu ?” kata andi
“gk, keluarga gw gk tau kemana. Waktu gw kecil gw punya adik bapak dan ibu tp waktu ituorang2 didesaku mengusir keluarga kami. Gw gk tau kenapa dan setelah itu..” kata reno.
“reno..,, di-dia itu ibumu reno.” Kata andi.
“sekarang di sedang dibelakangmu dan mengelusmu tp mungkin kau tidak merasakannya dan adikmu sedang memelukmu.” Kata andi.
“apa ?? i..ibu?a..adik? pantas saja..,, hiks hiks,,.. andaikan mereka semua masih hidup ini karena BAPAK !!!” kata reno.
“reno jangan begitu.. bukan salah bapak.” Kata seseorang
“andi suara siapa ?”
“ibu lo. Dia sekarang bisa menampakan diri ke kita2 sesuka dia mau” kata andi.
‘kakak !” kata adiknya
“deno, mamah. Udah 10 tahun gk ketemu, reno minta maaf dah ninggalin kalian semua, reno waktu itu kepisah sama kalian, reno turun kebawah dan gak ikut ke atas, reno pergi gk tau kemana mah den.’’ Kata reno.
“reno, kamu gk usah mikirin kita lagi. Kita dah berbeda alam denganmu nak, setelah kamu bertemu bapakmu kami semua akan tenang dialam sana, pesan ibu, jangan pernah menantang alam.atau kamu akan celaka” kata ibunya.
“kakak, mamah ! bapak ! bapaaaak !” kata deno.
Semua melihat deno dan ibunya terbang kearah bapaknya yang.. seram dan menakutkan tpi tidak bagi reno. Dimata reno mereka adalah sosok keluarganya. Reno pun berlari kearahnya. Tapi..
“BUK!”
“awww !: kata reno.
“siapa kamu ? jangan ganggu kami !” kata bapaknya.
“pak, ini anak kita, pak !” kata ibunya
“kakak ! kakak !” kata deno
“pak, ini saya reno. Pak jangan kasar sama temen2 reno dan manusia pak.” Kata reno.
‘reno ?! kenapa kamu datang ?! kamu jangan pernah kesini ! disini berbahaya reno !” kata bapaknya.
“justru bapak yang bikin bahaya disini pak ! semua orang mati karena bapak ! adik dan mamh dibunuh sama bapak ! dan bapak bunuh diri ! bapak membunuh semua orag yang melewati jalan ini pak !!!” kata reno.
“reno, bagaimanapun mereka sedikit tidak mengerti bahasa lo “ kata andi.
“biarkan, pak jangan ganggu manusia lagi. Reno mohon kembalilah ke alam bapak, bersama ibu dan deno. Ibu andaikan ibu masih hidup reno akan menjaga ibu. Deno maafin kk dah ninggalin kamu.” Kata reno
Tiba2 semya pun hilang ! dan tiba2 bertebaran kertas bertulisan2. Dan foto keluarga reno.
“dear rino, kami semua sudah tenang disini setelah melihat kamu nak, maafkan bapak yang egois selama ini. Bapak tak bise membagaiaken kamu sama keluarga bapak nak. Maafkan ibu tak bise bersamamu. Dan maafkan adikmu yang tak bisa bermain bersamamu. Selalu ingat keluargamu dengan foto ini.”
Dan rino melihat fotonya waktu kecil.
“hey ! semua kita kok dah didesa tadi ya ?” kata kessa.
Semua bingung dan merasa lega karena sudah keluar dari situ.
by: nabila anisa