"hmm, reyna menderita penyakit yang meradang diotaknya." kata dokter.
"ma-maksud dokter ?reyna mendertia kanker otak ?" kata ira kaget.
"iya." kata dokter
ira pun segera berlari dan menelepon orang tuanya, setelah itu ira langaung ke ruang reyna dirawat sambil melihat reyna yang terbujur lemas.
tak tau kenapa ira merasa dirinya juga sakit, dan tiba-tiba dia ingin kesuatu tempat, yang tidak ira ketahui. ditempat itu sangat indah, banyak pohonnya dan ada sebuah gundukan tanah yang diberi dua kayu yang sama, dan tiba-tiba ira merasa dia ingin menggali tanah itu. diapun menggali dan melihat ada secarik kertas yang dibungkus dengan daun yang lebar, irapun membuka dan membacanya.
mungkin kamu (ira) akan membaca surat ini, dan mungkin juga kamu tidak membacanya, tapi semoga kamu membacanya.
Ira, kembaranku kamu pasti lihat dua kayu yang diatas tanah ini. itu seperti kita berdua ra :'). kita memang terlihat sama tapi kamu tau ? dua kayu itu berbeda jenis, berbeda pohon, tapi aku sengaja mengambil yang ukuran dan bentuknya sama, seperti kitakan ? hehe. ra, sebenarnya mamah dan papah udah tau dari sejak aku lahir kalau aku menderita kanker otak, makanya aku malas melakukan aktivitas, tapi sebenernya aku memang malas sih hehe :'). ra, seandainya suatu saat nanti aku udah gak ada, jaga baik-baik mamah dan papah ya :'). dan boneka yang aku kasih itu jangan sampai ilang ya ! oh iya, iraa ! ada sesuatu yang ingin aku katakan. kalau aku udah gak ada nanti, karena penyakitku ini, aku ingin kamu jangan pernah lupaiin aku. jangan lupaiin apa yang pernah kita lakuiin ya :'). bye my sister :')
with love,
Reyna
tiba-tiba, ira merasa dadanya sesak, ia seperti tidak bisa bernafas. dia tidak tau firasat apa ini ? dia menangis, dan berlari menuju ruangan reyna sambil memgang kertas itu. saat diruangan dia melihat reyna yang kesakitan dan dokter,papah,mamah ada disampingnya. ira mendengar reyna memanggil-manggil namanya, ira langsung menuju kereyna, dan memegang tangan reyna yang dingin. ira melihat reyna yang lemah, reyna yang kesakitan, reyna yang dingin, reyna yang pucat. ira menitikkan air mata, dan reyna tiba-tiba berkata lembut.
"i-ira..ba-baca suratku.. itu untuk kamu.. selamat tinggal.." kata reyna dan kepala reyna bergerak pelan-pelan kesamping.
dan.. mata reyna tertutup.
"huhuhu ! REYNA ! bangun ! ira gak mau ngeliat reyna tidur ! ira pengen sama reyna trus ! reynaaaaaa !" kata ira sambil menangis.
ira hanya bisa menangis dan memandangi saudara kembarnya yang sudah tidur terlelap untuk SELAMANYA. dan berkata dalam hati "reyna, selamat tinggal. tidur yang nyenyak ya, ira tau reyna pasti gak mau ini. ira juga gak mau ditinggalin reyna. tapi ira yakin suatu saat nanti, ira bakal nyusul. tunggu ira ajj ya."
THE END


Tidak ada komentar:
Posting Komentar